+62 811 8888 9378
Apa Itu PPJB? Berikut Pengertian dan Fungsinya
Dalam proses jual beli properti, terdapat berbagai dokumen hukum yang perlu dipahami agar transaksi berjalan aman dan sesuai aturan. Salah satu dokumen yang sering ditemui, terutama pada pembelian rumah dari developer, adalah PPJB.
Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum benar-benar memahami apa itu PPJB, apa fungsinya, serta bagaimana perannya dalam transaksi properti. Padahal, pemahaman yang baik mengenai PPJB sangat penting agar calon pembeli tidak salah langkah.
Melalui artikel ini, Anda akan mengenal PPJB secara lebih jelas, mulai dari pengertian hingga fungsi utamanya dalam jual beli properti.
Baca juga: Pahami Cicilan Sesuai dengan Jumlah Gaji
Apa Itu PPJB
PPJB adalah singkatan dari Perjanjian Pengikatan Jual Beli. Dokumen ini merupakan kesepakatan awal yang dibuat antara penjual dan pembeli properti sebelum pembuatan Akta Jual Beli (AJB).
PPJB berfungsi sebagai pengikat komitmen kedua belah pihak untuk melanjutkan proses transaksi jual beli di masa mendatang. Dokumen ini dibuat ketika ada kondisi tertentu yang belum terpenuhi, seperti pembayaran belum lunas, sertifikat masih dalam proses pembuatan, atau properti masih dalam tahap pembangunan.
Pihak-Pihak yang Terlibat dalam PPJB:
- Penjual: Bisa berupa developer atau pemilik properti perorangan yang menawarkan unit properti
- Pembeli: Calon pemilik properti yang berkomitmen membeli unit sesuai kesepakatan
- Notaris: Berperan sebagai saksi dan membuat dokumen PPJB agar memiliki kekuatan hukum yang lebih kuat
Meskipun PPJB tidak diatur secara spesifik dalam satu undang-undang, dokumen ini memiliki dasar hukum yang jelas dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Fungsi PPJB dalam Jual Beli Properti
PPJB memiliki peran penting dalam transaksi properti. Berikut beberapa fungsi utamanya:
1. Sebagai Perjanjian Awal Antara Penjual dan Pembeli
PPJB menjadi bukti tertulis bahwa telah terjadi kesepakatan jual beli antara kedua belah pihak. Dokumen ini menyatakan bahwa penjual dan pembeli benar-benar berkomitmen untuk melanjutkan proses transaksi hingga selesai.
Dengan adanya PPJB, pembeli tidak perlu khawatir properti yang diinginkan akan dijual kepada pihak lain, selama pembeli memenuhi kewajibannya sesuai kesepakatan.
2. Mengatur Hak dan Kewajiban Masing-Masing Pihak
PPJB memuat ketentuan jelas mengenai apa saja yang menjadi hak dan kewajiban penjual maupun pembeli. Misalnya, kewajiban pembeli untuk melunasi pembayaran sesuai jadwal, dan kewajiban penjual untuk menyerahkan properti sesuai spesifikasi yang dijanjikan.
Dokumen ini bersifat mengikat secara hukum, sehingga tidak ada pihak yang bisa membatalkan kesepakatan secara sepihak tanpa konsekuensi.
3. Memberikan Kepastian Hukum Sebelum Akta Jual Beli
PPJB memberikan perlindungan hukum kepada kedua belah pihak sebelum AJB dibuat. Jika sewaktu-waktu terjadi permasalahan, PPJB dapat dijadikan bukti transaksi yang sah di mata hukum.
Dokumen ini juga sering digunakan sebagai dasar untuk mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ke bank, karena bank mengakui PPJB sebagai bukti adanya transaksi properti.
Baca juga: Cara Bijak Negosiasi Harga Rumah Agar Lebih Menguntungkan!
Isi Umum yang Tercantum dalam PPJB
Agar PPJB memiliki kekuatan hukum yang kuat, dokumen ini harus memuat beberapa informasi penting, seperti:
1. Identitas Penjual dan Pembeli
Mencakup nama lengkap, alamat, nomor KTP, dan NPWP dari kedua belah pihak. Jika penjual adalah badan usaha atau developer, maka harus dicantumkan nama lengkap dan jabatan pengurus yang berwenang.
2. Informasi Objek Properti
Berisi detail lengkap tentang properti yang diperjualbelikan, meliputi:
- Jenis properti (rumah, apartemen, tanah, ruko)
- Alamat lengkap lokasi properti
- Luas tanah dan luas bangunan
- Nomor kavling atau nomor unit
- Spesifikasi bangunan (jumlah lantai, kamar, fasilitas)
- Nomor sertifikat (jika sudah ada)
3. Harga, Cara Pembayaran, dan Jadwal Pelunasan
PPJB harus mencantumkan harga total properti yang disepakati, besaran uang muka yang sudah dibayarkan, serta sistem pembayaran yang dipilih (tunai, cicilan, atau KPR).
Jadwal pelunasan juga harus dijelaskan dengan rinci, termasuk tanggal jatuh tempo setiap pembayaran dan denda jika terjadi keterlambatan.
4. Ketentuan Serah Terima dan Sanksi
Dokumen ini memuat kapan properti akan diserahkan kepada pembeli, serta prosedur serah terima yang harus dilakukan.
Selain itu, PPJB juga mencantumkan sanksi atau konsekuensi jika salah satu pihak tidak memenuhi kewajibannya. Misalnya, jika pembeli gagal melunasi pembayaran atau penjual tidak menyerahkan properti sesuai kesepakatan.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menandatangani PPJB
Sebelum menandatangani PPJB, ada beberapa hal penting yang harus Anda perhatikan:
1. Memahami Isi Pasal-Pasal dalam Perjanjian
Bacalah seluruh isi PPJB dengan teliti. Jangan ragu untuk bertanya kepada notaris atau penjual jika ada pasal yang kurang jelas. Pastikan Anda memahami setiap hak dan kewajiban yang tercantum dalam dokumen tersebut.
Perhatikan dengan seksama klausul mengenai pembayaran, serah terima, dan ketentuan khusus lainnya.
2. Memastikan Legalitas Developer dan Proyek
Jika membeli dari developer, pastikan bahwa developer tersebut terpercaya dan memiliki legalitas yang lengkap. Periksa izin pembangunan, sertifikat tanah induk, dan dokumen penting lainnya.
Anda bisa meminta bukti kepemilikan lahan dan surat izin mendirikan bangunan (IMB) untuk memastikan bahwa proyek berjalan legal.
3. Pentingnya Membaca Ketentuan Denda dan Pembatalan
Perhatikan pasal yang mengatur tentang denda keterlambatan pembayaran, denda pembatalan, atau sanksi lainnya. Pastikan ketentuan ini adil untuk kedua belah pihak dan tidak memberatkan Anda sebagai pembeli.
Cek juga apakah ada klausul force majeure (keadaan darurat di luar kendali manusia) yang bisa melindungi Anda jika terjadi hal-hal tidak terduga.
Kesimpulan
PPJB merupakan dokumen penting dalam proses jual beli properti yang berfungsi mengikat kesepakatan antara penjual dan pembeli sebelum pembuatan Akta Jual Beli. Dokumen ini memberikan kepastian hukum dan melindungi hak kedua belah pihak selama proses transaksi berlangsung.
Dengan memahami apa itu PPJB, fungsinya, serta isi yang tercantum di dalamnya, Anda sebagai calon pembeli dapat melakukan transaksi properti dengan lebih aman dan terhindar dari risiko hukum di kemudian hari.
Jika Anda sedang mencari hunian dengan proses transaksi yang aman dan terpercaya, Green Bestari Park menawarkan berbagai pilihan rumah berkualitas dengan legalitas lengkap. Developer kami akan membantu Anda memahami setiap dokumen, termasuk PPJB, sehingga proses pembelian rumah berjalan lancar dan transparan.
Wujudkan hunian impian Anda bersama Green Bestari Park. Hubungi kami sekarang untuk informasi lebih lanjut dan konsultasi gratis!









