Apa Itu PPJB? Berikut Pengertian dan Fungsinya

26 Januari 2026

Dalam proses jual beli properti, terdapat berbagai dokumen hukum yang perlu dipahami agar transaksi berjalan aman dan sesuai aturan. Salah satu dokumen yang sering ditemui, terutama pada pembelian rumah dari developer, adalah PPJB.


Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum benar-benar memahami apa itu PPJB, apa fungsinya, serta bagaimana perannya dalam transaksi properti. Padahal, pemahaman yang baik mengenai PPJB sangat penting agar calon pembeli tidak salah langkah.

Melalui artikel ini, Anda akan mengenal PPJB secara lebih jelas, mulai dari pengertian hingga fungsi utamanya dalam jual beli properti.


Baca juga: Pahami Cicilan Sesuai dengan Jumlah Gaji


Apa Itu PPJB


PPJB adalah singkatan dari Perjanjian Pengikatan Jual Beli. Dokumen ini merupakan kesepakatan awal yang dibuat antara penjual dan pembeli properti sebelum pembuatan Akta Jual Beli (AJB).


PPJB berfungsi sebagai pengikat komitmen kedua belah pihak untuk melanjutkan proses transaksi jual beli di masa mendatang. Dokumen ini dibuat ketika ada kondisi tertentu yang belum terpenuhi, seperti pembayaran belum lunas, sertifikat masih dalam proses pembuatan, atau properti masih dalam tahap pembangunan.


Pihak-Pihak yang Terlibat dalam PPJB:

  • Penjual: Bisa berupa developer atau pemilik properti perorangan yang menawarkan unit properti
  • Pembeli: Calon pemilik properti yang berkomitmen membeli unit sesuai kesepakatan
  • Notaris: Berperan sebagai saksi dan membuat dokumen PPJB agar memiliki kekuatan hukum yang lebih kuat


Meskipun PPJB tidak diatur secara spesifik dalam satu undang-undang, dokumen ini memiliki dasar hukum yang jelas dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman.


Fungsi PPJB dalam Jual Beli Properti


PPJB memiliki peran penting dalam transaksi properti. Berikut beberapa fungsi utamanya:


1. Sebagai Perjanjian Awal Antara Penjual dan Pembeli


PPJB menjadi bukti tertulis bahwa telah terjadi kesepakatan jual beli antara kedua belah pihak. Dokumen ini menyatakan bahwa penjual dan pembeli benar-benar berkomitmen untuk melanjutkan proses transaksi hingga selesai.


Dengan adanya PPJB, pembeli tidak perlu khawatir properti yang diinginkan akan dijual kepada pihak lain, selama pembeli memenuhi kewajibannya sesuai kesepakatan.


2. Mengatur Hak dan Kewajiban Masing-Masing Pihak


PPJB memuat ketentuan jelas mengenai apa saja yang menjadi hak dan kewajiban penjual maupun pembeli. Misalnya, kewajiban pembeli untuk melunasi pembayaran sesuai jadwal, dan kewajiban penjual untuk menyerahkan properti sesuai spesifikasi yang dijanjikan.


Dokumen ini bersifat mengikat secara hukum, sehingga tidak ada pihak yang bisa membatalkan kesepakatan secara sepihak tanpa konsekuensi.


3. Memberikan Kepastian Hukum Sebelum Akta Jual Beli


PPJB memberikan perlindungan hukum kepada kedua belah pihak sebelum AJB dibuat. Jika sewaktu-waktu terjadi permasalahan, PPJB dapat dijadikan bukti transaksi yang sah di mata hukum.


Dokumen ini juga sering digunakan sebagai dasar untuk mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ke bank, karena bank mengakui PPJB sebagai bukti adanya transaksi properti.


Baca juga: Cara Bijak Negosiasi Harga Rumah Agar Lebih Menguntungkan!


Isi Umum yang Tercantum dalam PPJB


Agar PPJB memiliki kekuatan hukum yang kuat, dokumen ini harus memuat beberapa informasi penting, seperti:


1. Identitas Penjual dan Pembeli


Mencakup nama lengkap, alamat, nomor KTP, dan NPWP dari kedua belah pihak. Jika penjual adalah badan usaha atau developer, maka harus dicantumkan nama lengkap dan jabatan pengurus yang berwenang.


2. Informasi Objek Properti


Berisi detail lengkap tentang properti yang diperjualbelikan, meliputi:

  • Jenis properti (rumah, apartemen, tanah, ruko)
  • Alamat lengkap lokasi properti
  • Luas tanah dan luas bangunan
  • Nomor kavling atau nomor unit
  • Spesifikasi bangunan (jumlah lantai, kamar, fasilitas)
  • Nomor sertifikat (jika sudah ada)


3. Harga, Cara Pembayaran, dan Jadwal Pelunasan


PPJB harus mencantumkan harga total properti yang disepakati, besaran uang muka yang sudah dibayarkan, serta sistem pembayaran yang dipilih (tunai, cicilan, atau KPR).


Jadwal pelunasan juga harus dijelaskan dengan rinci, termasuk tanggal jatuh tempo setiap pembayaran dan denda jika terjadi keterlambatan.


4. Ketentuan Serah Terima dan Sanksi


Dokumen ini memuat kapan properti akan diserahkan kepada pembeli, serta prosedur serah terima yang harus dilakukan.


Selain itu, PPJB juga mencantumkan sanksi atau konsekuensi jika salah satu pihak tidak memenuhi kewajibannya. Misalnya, jika pembeli gagal melunasi pembayaran atau penjual tidak menyerahkan properti sesuai kesepakatan.


Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menandatangani PPJB


Sebelum menandatangani PPJB, ada beberapa hal penting yang harus Anda perhatikan:


1. Memahami Isi Pasal-Pasal dalam Perjanjian


Bacalah seluruh isi PPJB dengan teliti. Jangan ragu untuk bertanya kepada notaris atau penjual jika ada pasal yang kurang jelas. Pastikan Anda memahami setiap hak dan kewajiban yang tercantum dalam dokumen tersebut.


Perhatikan dengan seksama klausul mengenai pembayaran, serah terima, dan ketentuan khusus lainnya.


2. Memastikan Legalitas Developer dan Proyek


Jika membeli dari developer, pastikan bahwa developer tersebut terpercaya dan memiliki legalitas yang lengkap. Periksa izin pembangunan, sertifikat tanah induk, dan dokumen penting lainnya.


Anda bisa meminta bukti kepemilikan lahan dan surat izin mendirikan bangunan (IMB) untuk memastikan bahwa proyek berjalan legal.


3. Pentingnya Membaca Ketentuan Denda dan Pembatalan


Perhatikan pasal yang mengatur tentang denda keterlambatan pembayaran, denda pembatalan, atau sanksi lainnya. Pastikan ketentuan ini adil untuk kedua belah pihak dan tidak memberatkan Anda sebagai pembeli.


Cek juga apakah ada klausul force majeure (keadaan darurat di luar kendali manusia) yang bisa melindungi Anda jika terjadi hal-hal tidak terduga.


Kesimpulan


PPJB merupakan dokumen penting dalam proses jual beli properti yang berfungsi mengikat kesepakatan antara penjual dan pembeli sebelum pembuatan Akta Jual Beli. Dokumen ini memberikan kepastian hukum dan melindungi hak kedua belah pihak selama proses transaksi berlangsung.


Dengan memahami apa itu PPJB, fungsinya, serta isi yang tercantum di dalamnya, Anda sebagai calon pembeli dapat melakukan transaksi properti dengan lebih aman dan terhindar dari risiko hukum di kemudian hari.


Jika Anda sedang mencari hunian dengan proses transaksi yang aman dan terpercaya, Green Bestari Park menawarkan berbagai pilihan rumah berkualitas dengan legalitas lengkap. Developer kami akan membantu Anda memahami setiap dokumen, termasuk PPJB, sehingga proses pembelian rumah berjalan lancar dan transparan.


Wujudkan hunian impian Anda bersama Green Bestari Park. Hubungi kami sekarang untuk informasi lebih lanjut dan konsultasi gratis!

cara merawat taman rumah
20 Januari 2026
Punya taman di rumah sangat baik untuk kesehatan, sehingga harus dijaga keasriannya. Berikut adalah cara merawat taman rumah yang mudah untuk pemula.
inspirasi dekorasi taman rumah minimalis
19 Januari 2026
Ingin taman rumah tampil cantik tapi lahannya terbatas? Tenang, cek inspirasi dekorasi taman rumah minimalis agar terlihat cantik meski dengan lahan terbatas
status kepemilikan rumah
14 Januari 2026
SHM, HGB, dan SHP merupakan jenis-jenis sertifikat kepemilikan bangunan atau rumah yang memiliki cakupan pemanfaatan berbeda-beda. Pahami selengkapnya disini!
ciri perumahan yang aman dan sehat untuk keluarga
14 Januari 2026
Cek dua kali sebelum tinggal di perumahan baru! Berikut adalah 5 ciri perumahan yang aman dan sehat untuk keluarga. Cek selengkapnya di artikel ini!
rumah dekat tol balaraja timur
13 Januari 2026
Perumahan Green Bestari Park hanya 1 menit menuju akses tol Balaraja, menawarkan rumah eco-friendly di Cikupa harga mulai 800jutaan. Cek selengkapnya!
rumah asri dan sejuk di cikupa
13 Januari 2026
Green Bestari Park menawarkan rumah modern ala Jepang yang asri dan sejuk di wilayah Cikupa, dekat dengan akses tol balaraja dan stasiun MRT.
26 Desember 2025
Banyak orang pengen punya rumah, tapi ragu karena takut “nggak kuat cicilan”. Padahal, kunci utamanya sederhana banget: pahami cicilan sesuai jumlah gaji, bukan ikut standar orang lain. Mengatur cicilan rumah itu sebenarnya bukan soal besar gaji, tapi soal proporsi. Kalau komposisinya tepat, cicilan bisa terasa ringan dan realistis terutama untuk rumah dengan cicilan mulai 4–5 jutaan.  1. Jangan Cuma Lihat Angka Cicilan, Lihat Stabilitasnya Cicilan rumah itu beda dengan pengeluaran lain. Cicilan nggak berubah-ubah tiap bulan (apalagi kalau fixed rate), jadi sebenarnya ini pengeluaran paling stabil dalam hidup. Ini yang bikin banyak orang akhirnya berani ambil rumah di usia muda—karena pengeluarannya jelas. 2. Sesuaikan Tenor dengan Kemampuan Nafas Finansial Semakin panjang tenor → semakin kecil cicilan → semakin ringan di cash flow. Kalau kamu gaji 12–15 juta, tenor panjang bikin cicilan rumah masuk kategori “aman”. Tenor itu kayak setting game: makin panjang, makin mudah mainnya 3. Sisakan Buffer 10–20% Buat Living Cost yang Nyaman Selain cicilan, pastikan tetap ada ruang buat: ● bensin/transport ● makan ● kuota internet ● hiburan ● dana darurat Sisakan sekitar 10–20% untuk buffer, supaya hidup tetap nyaman meskipun punya cicilan. 4. Cocokkan Cicilan dengan Gaya Hidup, Bukan Gaya-Gayaan Cicilan yang pas itu bukan soal rumah besar, tapi soal rumah yang bisa kamu bayar tanpa mengorbankan hidupmu.Makanya banyak orang lebih memilih cicilan 4–5 jutaan, karena rasanya paling realistis untuk gaya hidup sekarang. 5. Cocok Buat Kamu yang Mau Ambil Rumah Baru dengan Cicilan Ringan
24 Desember 2025
Kawasan Green Bestari Park Memilih rumah bukan hanya tentang lokasi strategis atau desain interior yang cantik. Ada satu hal penting yang sering dilupakan: akses jalan . Tanpa akses jalan, rumah bisa menimbulkan banyak masalah mulai dari mobilitas sehari-hari, potensi sengketa, sampai kesulitan menjual kembali. Yang banyak orang belum tahu, akses jalan rumah diatur jelas dalam hukum Indonesia .  Kenapa Akses Jalan Itu Penting?
oleh Achmad Nugraha 19 Desember 2025
Banyak orang fokus pada desain rumah, padahal ada fasilitas-fasilitas penting di perumahan yang sering terlewat. Pelajari apa saja fasilitas esensial yang menentukan kenyamanan jangka panjang—dan bagaimana Green Bestari Park menghadirkannya. Fasilitas yang Sering Terlewat, Padahal Sangat Penting dalam Sebuah Perumahan Saat mencari rumah, sebagian besar calon pembeli langsung melihat hal-hal yang terlihat: desain fasad, jumlah kamar, layout interior, atau promo yang sedang berjalan. Padahal, ada banyak fasilitas “diam-diam penting” yang justru berpengaruh besar terhadap kenyamanan hidup sehari-hari. Fasilitas ini bukan yang besar dan mencolok seperti clubhouse atau kolam renang, tetapi hal-hal kecil yang menentukan kualitas hidup dalam jangka panjang. Sayangnya, fasilitas-fasilitas ini sering diabaikan saat memilih perumahan—hingga akhirnya baru disadari setelah tinggal bertahun-tahun.  Berikut adalah fasilitas penting yang sering terlewat, beserta contoh penerapannya di Green Bestari Park.
17 Desember 2025
Ingin mendapatkan harga rumah yang lebih menguntungkan? Pelajari 9 cara bijak bernegosiasi harga rumah secara elegan agar proses pembelian lebih nyaman dan efektif. 9 Cara Bijak Bernegosiasi Harga Rumah agar Lebih Menguntungkan Membeli rumah adalah salah satu keputusan finansial paling besar dalam hidup. Karena itu, banyak calon pembeli berharap bisa mendapatkan harga terbaik tanpa membuat proses negosiasi terasa kaku atau menekan. Negosiasi harga rumah bukan hanya soal “menawar lebih rendah”. Lebih dari itu, negosiasi adalah seni komunikasi, strategi, dan pemahaman kondisi penjual. Dengan pendekatan yang tepat, kamu bisa memperoleh harga yang lebih menguntungkan tanpa merusak hubungan atau kesan profesional.  Berikut 9 cara bijak yang dapat kamu gunakan agar proses negosiasi rumah terasa lebih tenang, elegan, dan tetap menghasilkan kesepakatan terbaik.